GRESIK – Era pendidikan modern menuntut sekolah untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi manufaktur. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi S1 Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Implementasi Teknologi 3D Printing untuk Mendukung Pembelajaran Inovatif dan Kreatif Siswa dan Guru SMAN 1 Sidayu Gresik” pada Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan teknologi cetak tiga dimensi (3D printing) di lingkungan sekolah menengah. Langkah ini diambil agar para siswa tidak hanya memahami teori secara abstrak, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana rancangan digital diwujudkan menjadi objek fisik secara nyata.

Tim dosen FST UNAIR yang terjun langsung ke sekolah meliputi Dyah Hikmawati, S.Si., M.Si., Prof. Dr. apt. Aniek Setya Budiatin, M.Si., Prof. Dr. Ir. Aminatun, M.Si., Dr. Nuril Ukhrowiyah, S.Si., M.Si., Herri Trilaksana, S.Si., M.Si., Ph.D., serta M. Nurur Rochman, S.Si., MT.

Dyah Hikmawati menjelaskan bahwa pemanfaatan 3D printing sangat membantu proses belajar-mengajar karena mampu menerjemahkan konsep-konsep rumit menjadi model, prototipe, atau alat peraga yang konkret. “Proses ini melatih siswa untuk merumuskan masalah, berpikir kritis dalam pemecahan masalah, mendesain, hingga menghasilkan produk secara mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Aminatun menambahkan bahwa pengenalan teknologi mutakhir ini sangat penting untuk membekali peserta didik menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Mengingat teknologi cetak 3D kini telah merambah berbagai sektor—mulai dari teknik, manufaktur, desain, hingga dunia kedokteran—siswa perlu dipersiapkan agar menjadi generasi yang adaptif sejak bangku sekolah.

Puncak dari kegiatan ini ditandai dengan penyerahan hibah satu unit mesin 3D Printer secara langsung kepada pihak SMAN 1 Sidayu. Bantuan perangkat ini diberikan agar implementasi teknologi tidak berhenti sebatas pelatihan seremonial, melainkan bisa terus dikembangkan secara berkelanjutan oleh guru dan siswa untuk menciptakan media pembelajaran yang kreatif.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah ini, FST UNAIR berharap budaya inovasi berbasis teknologi dapat tumbuh subur di daerah. Langkah nyata tersebut juga menjadi wujud dukungan nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya pilar Pendidikan Berkualitas (SDG 4) serta Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9).