Selamat Dan Sukses Atas Dilantiknya Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, M. Si. Sebagai Guru Besar Bidang Biofisika Universitas Airlangga

DIKUKUHKAN: Empat guru besar yang baru saja dikukuhkan Rektor Unair Prof M Nasih diharapkan mampu untuk mengembangkan riset keilmuan dan kemasyarakatan (2)

Proses Pelantikan Guru Besar Unair pada tanggal 08/10/2020 sangat dinantikan oleh para Guru Besar Unair yang terpilih dan salah satunya adalah Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, M. Si. Beliau adalah salah satu staff Dosen di Prodi Fisika untuk bidang Fisika Medis (Biofisika). Beliau banyak berkontribusi bagi Prodi Fisika baik berupa jurnal-jurnal internasional, sebagai dosen pembimbing bagi mahasiswa yang berprestasi secara nasional dan internasional, dan sebagai pengampu mata kuliah yang memberikan pencerahan dan wawasan yang luas bagi mahasiswa, serta karya-karya beliau yang mampu menjadi produk dan ber-hak paten. Prof. Suryani Dyah bersama tim telah mengembangkan instrumen medis dengan berbagai produk salah satunya adalah dentolaser untuk terapi penyakit infeksi pada gigi dan mulut telah dihilirisasi, bekerja sama dengan PT Sarandi Karya Nugraha mendapatkan ijin edar dan telah didaftarkan dalam e-catalog.

Sehingga pencapaian akhir sebagai Guru Besar adalah layak dan pantas bagi beliau. 

Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, S.Si., M.Si saat menyampaikan orasi ilmiahnya pada pengukuhan guru besar UNAIR di Aula Garuda Mukti, Kampus C UNAIR. (1)

Dalam orasinya di acara pengukuhan guru besar Universitas Airlangga (UNAIR) pada Kamis (08/10/20), Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, S.Si., M.Si., menguraikan inovasi pengembangan instrumen medis berbasis fotonik untuk terapi antimikroba dan biomodulasi yang merupakan metode alternatif untuk mengatasi infeksi biofilm pada penyakit kronis.(1)

Ia mengatakan bahwa terapi fotodinamik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghilangkan sel yang berbahaya seperti mikroba, kanker dan penyakit infeksi. Inovasi tersebut dengan kombinasi cahaya, fotosintetiser dan oksigen akan menyebabkan fotoinaktivasi pada bakteri. “Yaitu penghambatan aktivitas metabolisme sel karena kerusakan membran sitoplasmik akibat peroksidasi oleh oksigen reaktif,” paparnya. (2)

(1) Sumber : http://news.unair.ac.id/2020/10/08/guru-besar-biofisika-pertama-unair-manfaatkan-fotodinamik-sebagai-inovasi-medis/

(2) Sumber : https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2020/10/09/218121/guru-besar-unair-diharap-kembangkan-riset

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Dicari Kontributor Web Fisika

Anda ingin bergelut di dunia jurnalisme sains, sembari berkontribusi membangun web jurusan?

Ayo Tunggu Apalagi

Daftarkan diri anda, untuk kemajuan bersama
Daftar
0 0 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Respon
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
id_IDBahasa Indonesia