{:en}Scientists Want LED Hot Spot to Replace Wi-Fi{:}{:id}Peneliti Inginkan Hot Spot LED Untuk Gantikan Wi-Fi{:}

{:en}Solid-State Lighting is one of the warmest topics in the technology because of a significant reason. The US Department of Energy sponsored L Prize for the advance in LED lighting, a type of lighting that uses solid-state components (diode). This research is distinctly important, considering that lighting consumes 22 percent of energy in the US. If the US Department of Energy can meet its target in reducing the use of energy by 50 percent, it can save up to billions of dollars and reduce environmental impacts. A new research from Boston University’s College of Engineering, funded by National Science Foundation, indicates that LED may not just be an integrated light component in the future, but also the backbone of the future wireless network. Professor Thomas Little from the same university explained the new research, “Imagine if your computer, iPhone, TV, radio, thermostat, everything can communicate with you when you walk in a room by only switching the light on without the usual cable entanglement. It is made possible by an LED-based communication network, and it also provides light – every electrical network that has a small consumption, high reliability, and no electromagnetic interference. Moreover, this system is expected to be applied by existing lighting devices, like replacing light bulbs with LED.” The main objective of this research is to build LED that can do the things correctly by sending information wiith controlled blinks and without wires. Little added, “This is a unique opportunity to create a future technology that does not only allow efficient lighting, but also create the next generation of safe wireless communication. When we switch from incandescent light bulb and TL to LED in the upcoming years, we can build faster and safer communication infrastructure with low cost as well as new and unexpected implementations.” Professor Little and his colleagues conceive an LED in a room that is connected to a computer circuit, using the existing lighting to implement wireless network that provides data in computer, PDS, television, radio, phone connection, and thermostat temperature. The prototype of this network design, according to Prof. Little, is supposed to begin with the speed of 1-10 Mbps. Furthermore, the bandwidth can be bigger than the current Radio Frequency (RF) network. In the new network, every LED will function as an access point. Another characteristic of this new design is a stronger security. Unlike RF network, new signal will not be able to pass through walls and solid objects. It will prevent tapping and network theft. This new system also uses far smaller energy than RF because solid state light is cheaper in terms of energy than strong radio signal that is needed by wireless internet connection. Blinks that become the backbone of this LED network moves faster that the naked human eye cannot see that. This network can ideally operate better outdoor and indoor. The first test will probably be held outdoor with car interior as the strongest candidate. Professor Little continued, “This technology has many implications on car security. Brake light has already used LED. Thus, it is not difficult to complete a car with a sensor that can detect brake light in the car and make a negligent driver careful or actively slow the car down.” Although this technology seems highly promising, it is difficult to make two-way communication. Professor Little and his team has not explained the details of this point in in their initial press conference. To stop data request, we need a method to receive light from devices such as mobile phones or laptops. However, we ideally don’t want to have a transmitter that blinks or walls that are covered by sensors. Source: http://beritaiptek.istecs.org/{:}{:id}

Cahaya Solid State merupakan salah satu topik terhangat di industri teknologi, dengan alasan yang kuat. Departemen Energi AS mensponsori L Prize untuk kemajuan di bidang cahaya LED, sebuah tipe cahaya yang menggunakan komponen solid-state (dioda). Penelitian ini sangat penting, mengingat cahaya mengkonsumsi 22 persen energi di AS. Apabila Departemen Energi AS dapat memenuhi targetnya dalam mengurangi penggunaan energi sebanyak 50 persen, hal tersebut dapat menghemat miliaran dolar dan mengurangi dampak lingkungan.

Penelitian baru dari Boston University’s College of Engineering, didanai oleh bantuan National Science Foundation, mengindikasikan bahwa LED mungkin tidak hanya komponen cahaya terintegrasi di masa depan, akan tetapi juga merupakan tulang punggung dari jaringan nirkabel masa depan.

Profesor Thomas Little dari universitas tersebut menjelaskan penelitian baru tersebut dengan, “Bayangkan apabila dalam komputer anda, iPhone, TV, radio, thermostat, semua dapat berkomunikasi denganmu ketika kamu berjalan di sebuah ruangan hanya dengan menyalakan steker lampu tanpa belitan kabel yang biasanya. Ini dapat dimungkinkan dengan jaringan komunikasi berbasis LED, dan hal ini juga menyediakan cahaya – seluruh jaringan listrik yang memiliki konsumsi kecil, keandalan tinggi, dan tanpa interferensi elektromagenik. Terlebih lagi, sistem ini diharapkan dapat diaplikasikan dari alat penerangan yang sudah ada, seperti mengganti bola lampu dengan LED.”

Tujuan utama dari penelitian ini adalah membangun LED yang dapat melakukan hal tersebut dengan tepat — mengirimkan informasi secara nirkabel dengan kelap-kelip terkontrol.

Little melanjutkan, “Ini adalah kesempatan unik untuk membuat teknologi masa depan yang tidak hanya memungkinkan pencahayaan yang efisien, namun juga menciptakan komunikasi nirkabel aman generasi berikutnya. Ketika kita berganti dari bola lampu pijar dan TL ke LED di tahun-tahun mendatang, kita dapat membangun infrastrukur komunikasi lebih cepat dan aman dengan biaya murah bersama penerapan-penerapan baru dan tak terduga.”

Profesor Little dan koleganya membayangkan lampu LED dalam sebuah ruangan yang tersambung pada sirkuit komputer, yang menggunakan pencahayaan yang sudah ada untuk mengimplementasikan jaringan nirkabel yang dapat menyediakan data pada komputer, PDA, televisi dan radio, koneksi telepon, dan temperatur thermostat. Prototipe dari desain network ini, menurut Prof. Little, seharusnya dimulai dalam kecepatan 1-10 Mbps. Lebih jauh lagi, bandwidth dapat lebih besar daripada jaringan Radio Frequency (RF) yang telah ada.

Dalam jaringan yang baru, setiap LED akan berfungsi sebagai access point. Karakteristik lain dari desain baru ini adalah keamanan yang lebih kuat. Tidak seperti jaringan RF, sinyal baru tidak akan bisa menembus dinding dan benda solid. Ini akan mencegap penyadapan dan pencurian koneksi. Sistem baru ini juga menggunakan tenaga yang jauh lebih kecil daripada RF, karena pencahayaan solid state lebih murah secara energi daripada sinyal radio yang kuat yang dibutuhkan oleh jaringan internet nirkabel.

Kerlipan yang menjadi tulang punggung jaringan LED ini lebih cepat sampai-sampai mata manusia tak dapat melihatnya. Jaringan ini idealnya dapat beroperasi baik outdoor maupun indoor. Tes pertama mungkin pada outdoor, dengan kandidat kuat interior mobil. Profesor Little melanjutkan, “Teknologi ini memiliki banyak implikasi pada keamanan mobil. Lampu rem sudah menggunakan LED, sehingga tidak sulit untuk melengkapi mobil dengan sebuah sensor yang dapat mendeteksi lampu rem di mobil dan mewaspadakan seorang pengemudi lalai atau secara aktif memperlambat mobil.”

Meski teknologi ini terlihat sangat menjanjikan, sebuah kesukaran adalah bagaimana membuat komunikasi dua arah. Profesor Little dan timnya belum merinci poin ini dalam konferensi pers awalnya. Untuk menghentikan permintaan data, kita membutuhkan sebuah cara untuk menerima cahaya dari alat-alat seperti telepon genggam atau laptop. Akan tetapi, idealnya kita tidak ingin memiliki transmitter yang berkedip-kedip atau dinding yang ditutupi oleh sensor-sensor.

Sumber: http://beritaiptek.istecs.or

{:}
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Dicari Kontributor Web Fisika

Anda ingin bergelut di dunia jurnalisme sains, sembari berkontribusi membangun web jurusan?

Ayo Tunggu Apalagi

Daftarkan diri anda, untuk kemajuan bersama
Daftar
0 0 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Respon
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
id_IDBahasa Indonesia