KLATEN – Program Studi (Prodi) S1 Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Puskesmas Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan pengabdian ini mengusung judul “Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Melalui Pelatihan Penggunaan Elektrostimulator Berbasis Konsep Dasar Kelistrikan Untuk Meningkatkan Mutu Layanan Fisioterapi di Puskesmas Polanharjo, Klaten Jawa Tengah”. Pelatihan tersebut diikuti sekitar 50 tenaga kesehatan dari wilayah sekitar Puskesmas Polanharjo guna mengoptimalkan mutu pelayanan fisioterapi setempat.

Pelaksanaan kegiatan yang berlokasi lengkap di Puskesmas Polanharjo, Jalan Cokro – Tulung, Plumbon, Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten ini dipimpin oleh Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si. selaku ketua tim PKM. Dalam menjalankan kegiatan ini, beliau didampingi oleh anggota tim yang terdiri atas Prof. Dr. Khusnul Ain, M.Si., Deny Arifianto, M.T., dan Winarno, M.T. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara akademisi UNAIR dengan Puskesmas Polanharjo selaku mitra kegiatan.

Kelancaran agenda ini turut didukung oleh berbagai pihak di lingkungan Universitas Airlangga. Tim pengabdian melibatkan tenaga kependidikan dari Prodi S1 Fisika UNAIR serta mahasiswa dari jenjang S1, S2, dan S3 FST UNAIR. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi D4 Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi UNAIR yang turut berpartisipasi aktif dalam memfasilitasi jalannya acara pelatihan bagi para tenaga kesehatan.

Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan oleh pembawa acara (MC) yang memaparkan gambaran umum kegiatan PKM Prodi S1 Fisika FST UNAIR di bawah koordinasi Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si. Pembukaan tersebut memberikan pemahaman awal kepada para peserta mengenai urgensi pemanfaatan teknologi berbasis konsep kelistrikan dalam menunjang layanan fisioterapi di fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Polanharjo, dr. Ambar Retnoningsih. Dalam sambutannya, dr. Ambar menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan dan kepedulian akademisi UNAIR yang memilih institusinya sebagai mitra pelaksanaan pengabdian masyarakat.

“Kami merasa sangat senang dan berterima kasih karena Puskesmas Polanharjo dipercaya menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kami berharap kegiatan pembinaan dan pelatihan seperti ini dapat terus berlangsung secara konsisten dan terjalin dengan baik di masa mendatang,” ujar dr. Ambar.

Selanjutnya, Ketua Tim PKM FST UNAIR, Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si., dalam sambutannya menekankan komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan langsung ke tengah masyarakat. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari salah satu tridharma dosen untuk masyarakat. Kami berharap hasil-hasil penelitian yang telah dikembangkan oleh para dosen di kampus dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat luas, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” tutur Prof. Suryani.

Memasuki agenda inti, para peserta dibekali tiga materi utama yang disampaikan secara sistematis dan interaktif. Pemaparan materi diawali oleh Deny Arifianto, M.T. yang membawakan topik bertajuk “Konsep Dasar Kelistrikan pada Elektrostimulator”. Penjelasan ini dilanjutkan oleh Winarno, M.T. dengan materi bertema “Inovasi Elektrostimulator Berbasis Elektrode Magnetik Untuk Terapi Elektroakupunktur Non-Invasif”, yang mengenalkan pemanfaatan teknologi elektrode magnetik terbarukan untuk pengobatan tanpa pembedahan.

Sesi materi ditutup oleh Prof. Suryani yang menyampaikan materi mengenai “Pemanfaatan Elektrostimulator Untuk Terapi”. Selama sesi penyampaian materi berlangsung, tercipta ruang diskusi yang hidup dan aktif antara para pemateri dan peserta. Puluhan tenaga kesehatan yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan serta bertukar ide terkait aplikasi teknologi kelistrikan dalam layanan medis harian.

Setelah menerima teori, kegiatan dilanjutkan dengan sesi simulasi dan praktik langsung penggunaan instrumen elektrostimulator. Dalam sesi ini, beberapa peserta berkesempatan mencoba diterapi langsung menggunakan alat elektrostimulator untuk menangani sejumlah contoh keluhan kesehatan. Penanganan diberikan pada keluhan seperti nyeri sendi, nyeri kepala, nyeri perut, insomnia, hingga gangguan kesehatan ringan lainnya.

Para peserta tampak sangat interaktif dan bersemangat selama mengikuti jalannya proses terapi simulasi tersebut. Mereka tidak hanya mengamati uji coba alat, tetapi juga aktif berdiskusi langsung dengan tim PKM mengenai teknik pengoperasian, tingkat keamanan, serta penyesuaian dosis terapi yang tepat bagi pasien di fasilitas kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan pengisian kuesioner evaluasi kepuasan oleh seluruh peserta pelatihan. Berdasarkan hasil pengolahan kuesioner tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai sukses, berjalan dengan lancar dan baik, serta terbukti memberikan manfaat yang signifikan bagi para tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas Polanharjo, Klaten. Ke depan, tim PKM UNAIR dan pihak Puskesmas Polanharjo berharap kerja sama produktif ini dapat terus berlanjut guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara bersinambungan.